MAGETAN DITATA INDAH

 

PENDAHULUAN

  1. Latar BelakangKabupaten Magetan merupakan kabupaten sebelah  barat di wilayah provinsi Jawa Timur,berbatasan dengan kabupaten ngawi, ponorogo,karanganyar, dan madiun, mempunyai karakteristik geografis yang berupa pegunungan, yang mempunyai berpagai macam vegetasi dan fauna yang beraneka ragam.karekter inilah sebuah potensi yang menonjol dan patut dikembangkan pada masa sekarang dan yang akan datang terutama pada sektor pariwisata. Jika sektor pariwisata ditata lebih baik maka tak sektor yang lain juga berbanding linier akan mengikutinya terutama pada sektor perdagangan dan industrinya, dan akhirnya pendapatan perkapita masyarakat menjadi meningkat.Penciptaan suatu karya kerajinan dan kekhasan budaya antara daerah yang satu dengan daerah yang lain berbeda. Faktor – faktor yang dapat membedakan antara daerah yang satu dengan yang lain yaitu:  letak geografis misalnya antara daerah pesisir dengan lingkungan keraton dan masyarakat pedesaan serta masyarakat perkotaan, hal inilah yang menjadi potensi keanekaragaman budaya tanah air nusantara yang perlu dilestarikan dan dikembagkan kebaradaannya, sehingga eksistensi budaya bangsa Indonesia di mata dunia tetap terpancar. faktor lain sifat dan tata kehidupan masyarakat serta keadaan sekitarnya termasuk dari flora dan faunanya sangat mendorong serta dapat diambil sumbangsihnya terhadap kemajuan budaya bangsa kita.

Salah satu contoh kerajinan yang ada di kabupaten Magetan adalah kerajinan batik, penggunaan bahan tekstil yang terbuat dengan teknik batik sudah dikenal pada zaman dahulu. Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik“. (htpp//www.wikipedia.org.)Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

  1. Konsep Penciptaan Desain Batik

 

Pemaparan di atas sebagai gambaran ide penulis untuk mengespresikan kekayaan alam yang dimiliki kabupaten Magetan dalam desain batik. Penulis menggambil judul Magetan ditata indah,yang merupakan program prioritas pembangunan pemerintah kabupaten Magetan.adapun visi dan misinya:

Visi:Terwujudnya kesejahteraan Magetan yang adil dan bermartabat

Misi:

  • Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegaraMewujudkan kepemerintahan yang baik dan peningkatan sumberdaya manusia yang profesional dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerah yang desentralistik
  • Mengembangkan pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan secara optimal dan berkelanjutan
  • Meningkatkan kualitas pendidikan, ketrampilan, kesehatan dan kehidupan sumberdaya manusia yang memadai
  • Meningkatkan kinerja ekonomi daerah melalui pengembangan sektor pertanian, perdagangan, industri dan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan bertumpu pada pemberdayaan masyarakat
  • Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai dalam menunjang pertumbuhan perekonomian daerah
  • Mewujudkan suasana aman dan damai melalui kepastian, penegakan dan perlindungan hukum secara konsekuen

Konsep 6 W sebagai Tujuan Pembangunan

  • Wareg    :  cukup pangan, sandang, papan
  • Waras    :  sehat jasmani dan rohani
  • Wasis    :  memiliki pendidikan yang cukup dan layak
  • Wutuh    :  pembangunan yang komprehensif, merata dan mempunyai dimensi keseimbangan jasmani dan rohani
  • Widodo   : selamat dunia dan akhirat
  • Waskita  : mempunyai pandangan jauh kedepan atau visioner

Program Prioritas Pembangunan

  1. Pendidikan
  2. Pertanian
  3. Pariwisata
  4. Industri
  5. Perdagangan
  6. Kesehatan

Sistem Pendekatan Pembangunan

  1. pendekatan manusia (people centre)
  2. pendekatan berkemampuan (empowering)
  3. pendekatan partisipasi (partisipatif)
  4. pendekatan berkelanjutan (http//www.magetankab.go.id)
  1. Proses Pembuatan, dan Ornamen
  2. Proses

Proses disini dimulai dari perencanaan pembuatan desain sampai pada proses finishing.         Proses pembuatan desain batik meliputi tahap perencanaan dan persiapan. Tahap perencanaan dan persiapan merupakan tahap awal yang meliputi proses- proses sebagai berikut.

  1. Pemahaman desain dan aspek rupa/estetik penggalian ide.
  2. Pembuatan gambar alternatif
  3. Memilih sket menjadi gambar terpilih
  4. Membuat sket
  5. Pewarnan
  6. finishing

 

  1. Ornamen

Menurut Susanto (2002:82) Hiasan yang dibuat (dengan gambar, dipahat, maupun dicetak) untuk mendukung meningkatnya kualitas dan nilai pada suatu benda atau karya seni. Ornamen sering kali dihubungkan dengan berbagai corak dan ragam hias yang ada. Shadily (tt: 2449-2450) mengungkapkan bahwa istilah ornamen berasal dari keinginan manusia untuk menghias benda-benda di sekelilingnya. Ornamen pada hakekatnya adalah gambaran dari irama dalam garis atau bidang.Unsur-unsur ornamen  dapat berupa:

  1. Motif

Berbagai macam motif diwujudkan melalui penerapan berbagai unsur diantaranya adalah:

  • Unsur tumbuhan, seperti daun, bunga, binatang, dahan dan serat, motif tumbuhan digambarkan secara stilir dari salah satu bagian, misalnya bunga, sekelompok daun atau rangkaian dari daun dan bunga.
  • Unsur binatang, seperti binatang mulai dari terkecil sampai yang besar. Binatang yang digambarkan dalam ornamen seni berupa lembu, kijang, gajah, singa, harimau.
  • Unsur manusia, seperti bagian kepala, tangan, kaki, badan, sampai pada seluruh badan dengan perwujudan melalui pengembangan menurut suku dan ras.
  • Unsur alam, seperti pemandangan pegunungan, sungai, sawah,dan kebun.
  • Unsur benda, seperti kesan batu dan kesan kayu.
  • Unsur bangunan ornamen bagunan ialah bentuk yang menggambarkan rumah terdiri dari lantai dasar dan atap.
  1. Isian

Ornamen sangat terkait dengan motif karena ornamen sebagai motif-motif yang digunakan dalam karya seni. motif dapat berupa gambar figuratif (nyata), semi figuratif, dan non figuratif. Motif figuratif lebih menekankan wujud benda aslinya seperti bunga, ikan, buaya dan sebagainya. Penyusunan motif ini pada umumnya masih mempertimbangkan ruang atau jauh dekat, warna yang mirip aslinya dan sebaginya. Pada motif semi figuratif bentuk-bentuk dapat terlihat yang digambarkannya. Pada motif ini dilakukan stilasi dan deformasi. Walupun motif sesuatu dan mengandung arti  filosofi tertentu, penyusunan dapat secara bebas. Ukuran besar – kecilnya obyek, proporsi, perspektif tidak perlu diperhatikan. Pewarnaannya juga memungkinkan lebih bebas. Pada hakekatnya penyusunan motif disini bersifat dekoratif. Penggambaran motif ini dapat secara geometris maupun non geometris. Motif non figuratif juga disebut motif abstrak. Ada kalanya motif abstrak ini mempunyai bentuk yang abstrak, tetapi sudah tidak dapat dikenali lagi ciri-cirinya. Pada motif ini apapun benda yang digambarkan tidak lagi dipersoalkan. Motif ini dapat berupa garis, massa, spot, isian-isian batik, bidang atau warna yang serasi dan keseluruham maupun bagian yang satu dengan bagian yang lain.

  1. Visualisasi dan pembahasan
  2. Visualisasi
    1. Pembuatan Sket Gambar

Langkah pertama dalam pembuatan karya ini dengan membuat beberapa seket alternatif yang akan dipilih sebagai karya.

  1. Pembuatan Sket terpilih menjadi karya
  • Persiapan Bahan dan Alat
  1. Persiapan Alat
  • Pensil warna
  • Penghapus
  • Drawing pen
  • Pensil
  1. Bahan:    kertas manila

 

 

  1. Pembahasan karya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb. Desin Batik Magetan Ditata Indah

 

Magetan ditata indah merupakan karya desain batik yang mengambil ide dari program priotitas pemerintah kabupaten Magetan yang dipimpin oleh H. Sumantri M.M., Pendidikan,Pertanian,Pariwisata,Industri,Perdagangan,Kesehatan.dengan mengambil sudut pandang desain nya potensi kekayaan sumber daya alam yang terhampar di kabupaten Magetan yang berupa pegunungan. Desain batik ini mempumyai panjang 80 cm dan lebar 60 cm.secara umum warna dasar batik ini adalah biru.motif yang ada pada desain batik ini terdiri dari beberapa pegunungan atau perbukitan yang terdiri dari gundukan tanah dan pepohonan, beberapa perlambang dari program ditata indah yaitu pendididikan dengan membuat ornamen berwarna ungu yang mempunyai filosofi dalam hal pendidikan  yang berbentuk seperti  obor penulis mengkiaskan pendidikan dengan obor agar dalam pendidikan tercipta sebuah ilmu yang akan menerangi bagi setiap insan yang mengambil faedah ilmu tersebut. Bidang pertanian dilambangkan dengan berbagai macam tanaman yang ada yang dikembangkan untuk dibudidyakan, tak luput juga untuk bidang industri dan perdagangan juga tergambar dalam sebuah simbol roda gigi dan rantai.bidang kesehatan terwakili dengan motif seperti sel darah dengan dominasi warna merah.

By: Rahmad Wahyudi, S.Pd.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *